Untuk Mus
Saturday, October 1st, 2005Aku tunggu-tunggu kabar dari temen-temen Jum’at pagi. Hmmmh kok belum juga ya..
Padahal, menurut jadwal..mestinya kamu udah ngelahirin……
Ada sedikit kekhawatiran di hatiku. Ahhh.., InsyaAllah semuanya lancar, lirihku menenangkan diri.
Akhirnya…jam 11-an, Mira telpon. Alhamdulillah……kamu telah melahirkan baby boy dengan selamat.
Aku terharu sekali. Sempat kutitikkan air mata. Kuucapkan syukur kepada-Nya. Alhamdulillah..Alhamdulillah….Alhamdulillah…
Terima kasih ya Allah…….telah Kau dengar do’a kami dan telah Kau kabulkan permintaan kami. Engkau Maha Pemurah.
Mus, aku ikut bahagia. Hari ini impian-impianmu tercapai……Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba.
MasyaAllah……, semoga ia menjadi anak yang sholeh dan menjadi penyejuk mata kedua orangtuanya.
Sekian lama kamu menantinya, Mus. Begitu banyak cobaan, begitu banyak rintangan. Aku yakin, walaupun kamu terlihat tegar didepan teman-teman.., ada luka yang tak bisa terobati. Kehilangan buah hati adalah sesuatu yang sangat berat. Aku tau. Aku sudah merasakannya. Mudah-mudahan Allah mengangkat derajatmu sahabat. Penderitaanmu, kesedihanmu, kesabaranmu.., semoga menjadi tabunganmu kelak.
Aku yakin, Harris akan menjadi "bunga" di hatimu. Yang selalu memberikan kegembiraan dan kebahagian.
Sahabatku, mudah-mudahan Allah menolongmu dalam membesarkannya…juga memberikan kesabaran dalam mendidiknya.
Sahabat yang aku sayangi…, aku ikut bahagia.
*****untuk Mus, yg selalu tabah menghadapi cobaan dari-Nya.