Real Beauty
Tuesday, September 26th, 2006Apa sih artinya " real beauty". Media telah membombardir kita dengan definisi "beauty". Pada umumnya saat ini definisi cantik adalah, tinggi, langsing, pinggang kecil, mata besar, hidung mancung, dsb, dsb. Tiap generasi punya definisi berbeda tentang "beauty". Cleopatra yang terkenal dengan kecantikannya "cuma" mempunyai ukuran tinggi badan 5ft.., dan dia juga termsuk gemuk untuk ukuran sekarang. Toh pada jamannya dia terkenal sebagai wanita tercantik di dunia, bahkan sampai sekarang dia menjadi "legend". Dulu di China, wanita cantik adalah wanita yang kakinya keciiiiiiil banget. Sampai-sampai dari kecil anak perempuan dipakein sepatu khusus yang membuat ukuran kaki mereka super kecil. The smaller the better.
Jaman sekarang, media punya peran yang sangat besar dalam membentuk "society’s image of beauty".Di tv, koran, majalah, internet, film, semua menunjukkan image cantik yg sama, skinny is favorable than fat, tall is better than short, white is more beautiful than black. Hmmmhhhhh!!!
Mau ga mau kita terpengaruh. Banyak yang berusaha nurunin berat badan dengan cara extrim. Operasi plastik dimana-mana. Bukan hanya di Amerika atau di Eropa, tapi trend ini sudah meraja-lela di negara-negara Asia. Aku pernah nonton acara "Oprah" tentang banyaknya gadis-gadis di China (atau Jepang ya?), yang merubah bentuk hidung dan matanya nya dengan operasi plastik. Kebanyakan dari mereka ingin terlihat seperti "westener". Lucunya setelah operasi tampangnya masih aja ga berubah. Oprah bilang,"She still looks Asian to me". Funny.
Banyak gadis-gadis muda bahkan yang sudah berumur yang berupaya menurunkan berat badannya, yang sebenarnya tidak terlalu "berat", dengan cara-cara yang tidak sehat. banyak yang menderita penyakit anorexia dan bolimia. Mereka ini orang-orang yang terobsesi dengan "beauty standard".
Sekarang produk kecantikan "Dove" sedang mempromosikan "Campaign for Real beauty". Messagenya adalah bahwa definisi cantik itu banyak. it’s come in different color, shape, and sizes. Aku bukannya mau promosi "Dove" loh..:) Tapi aku suka messagenya. Dari artikel-artikelnya, ibu berpengaruh besar terhadap "self esteem" anaknya. jadi, sebagai ibu sejak dini harus kita tanamkan ke anak-anak bahwa everybody is unique and beautiful in their on way. Dulu aku pernah ga sadar bilang sama anakku kalo’ aku pingin ngurusin badan or something. Aku bilang aku ga mau makan banyak-banyak. Kontradiksi dengan apa yang aku minta dari anak-anak. "Makan yang banyak ya nak, biar gemuk." Terus anakku yang perempuan nyeletuk, "Kakak ga mau makan banyak, ntar gemuk." Nah loh. Sekarang kalau ngomong ke anak2 aku ga pernah bilang "kurus" atau "gemuk". Yang aku tekankan adalah " healthy". Kalau berat badannya nambah aku bilang, "Oh..badannya mas Faris tambah bagus ya.., tambah healthy. Keep up the good work, sweety." Biasanya ga ada yang protes kalo’ dibilang healthy:)
Kasian kan anak-anak, masih kecil sudah dipengaruhi media dengan message-message yang menyesatkan. Ini bisa merusak self-esteem mereka. Mudah-mudahan kita bisa menjadi orangtua yang selalu memberikan pengaruh positif ke anak-anak. Jangan sampai karena komentar kita, sengaja ataupun tidak,membuat "self-esteem" mereka jadi jelek.