Baca "Men are from Mars and Women are from Venus" jadi geli sendiri. Bener banget. Laki-laki dan perempuan kaya’ dari planet yang berbeda. Walopun sudah kenal berpuluh tahun tetap aja kadang-kadang masih tidak mengerti satu sama lain. Aku pernah nanya ke suamiku , "Bagus mana yang, sepatu yang ini atau ini?", sambil nunjukin dua pasang sepatu hitam yang pingin aku beli. Dia ga bisa bedain, "sama aja", katanya. Terus aku pernah nonton iklan yang sama banget sama keadaanku(si perempuan minta pendapat pasangannya tentang dua sepatu yang berbeda)…, ternyata dimata laki-laki yang kelihatan adalah dua sepatu hitam yang identical. Padahal jelas-jelas yang ditunjukkin dua sepatu yang beda modelnya. Pernah suami benerin rem van yang sehari-hari aku pake. Begitu selesai, aku disuruh test drive. "Kerasa banget yah bedanya, remnya jadi lebih mantap" katanya. Aku berusaha merasakan bedanya, tapi gagal. What’s important in men are different from what it is for women.
Kalo lagi ada masalah, suamiku nanya," Kenapa?" Pasti jawabanku,"Nothing". Suamiku harus tau sendiri "Nothing" means "something wrong", you better work on the problem". Tapi Mas Eko pikir..(juga millions other men),"Nothing" means nothing. That’s it. Mereka ga bisa "read" the mind of women. Perempuan selalu minta dimengerti, tanpa harus mengkomunikasikan apa yang tersirat di hati. Laki-laki harus bisa jadi peramal.., menerka apa yang di hati pasangannya.
Pernah aku lagi ngambek sama Mas Eko yang lagi keluar kota, aku kirim sms ke dia," Don’t call me.". Maksud hati ,"Call me 10 times, then maybe I will talk to you.". Tapi di otaknya Mas Eko, "O ya udah, dia lagi ga mau ngomong, jangan ditelpon dulu." Ga di telpon deh sayah…..:) Payah, belum ngerti juga sifat istrinya nih….:)Setelah ga ngambek lagi aku bilang, "Hey honey, you fail the test. I thought you knew me already, "don’t call me"…means call me!!!"
Mas Eko cuma nyegir,"What?"
Jadi kesimpulannya, laki-laki dan perempuan itu memakai kata-kata yang sama namun artinya yang berbeda. Biasanya perempuan suka menggunakan kata-kata yang "poetic" dalam mengekspresikan perasaannya. Makanya "nothing" bisa berarti beda di pikiran laki-laki dan perempuan. Dalam bukunya John Gray mengungkapkan, sewaktu sang istri bilang ke suaminya," You never understand me.". Si suami jadi kecewa berat, jadi selama ini apa yang dia lakukan salah dan ga berarti buat sang istri. Padahal dia udah berusaha banget bikin istrinya happy. Nah, sekarang sang istri bilang dia ga pernah mengerti perasaan si istri. Padahal si istri saat sedang kecewa, menggunakan kata never untuk mendramatisir suasana dan menarik perhatian sang suami. Bukan maksudnya untuk menggunakan kata "never" literally.
Laki-laki selalu pingin jadi "problem solver". Padahal yang diperlukan oleh perempuan adalah pengertian dan emphaty, bukan penyelesaian masalah. Hanya ingin didengarkan. Kalau aku ngomel soal anak, yang pingin aku dengar dari mas Eko adalah," Oh honey, I know how hard it is with the kids. You’ve done so much." That’s it…, I only need emphaty. MAs Eko ga usah deh mikirin gimana menyelesaikan masalahku dengan anak. No, all I need is all ear….:)
Perempuan selalu maunya "merubah" lelaki. Ngurusin bajunya, sepatunya, rambutnya, dsb. Perempuaan ngerasa : "giving him a favor", ngurusin suaminya. Padahal dimata lelaki perempuan kok "controlling" baget. Pake baju aja diatur-atur. Kadang mereka kehilangan "power", yang penting banget buat mereka. Komplain para lelaki, " Emang saya anak kecil apa..? semua diatur. Mau halal bihalal aja mesti matching warna bajunya..:)he..he.he…
Saat menghadapi problem atau stress laki-laki dan perempuan juga berbeda caranya. Laki-laki kalo’ ada masalah masuk ke "gua" dan bersemedi didalamnya sampe mendapatkan solusi. Atau kalau males mikirin masalahnya malah berusaha melupakan masalahnya, dengan nonton TV, baca e-mail, browsing internet, main game, tidur, olahraga, baca Qur’an, dsb, dsb. Pada saat seperti ini pasangannya akan merasa, "Kok aku ga diperhatikan sih? Pulang kerja bukannya ngobrol, malah baca e-mail. Sebel"…..he..he..he..padahl laki-laki perlu waktu utk menyelesaikan problemnya di kantor.Selama di dalam gua, dia akan melupakan semua hal termasuk pasangannya, anak-anak, rumah, dan sebagainya. Yang menjadi prioritasnya bagaimana mencari solusi dari permasalahannya.
Lain halnya dengan perempuan. Kalau ada masalah perempuan harus mengeluarkan unek-uneknya. Menceritakan masalah ke pasangan merupakan tanda love and trust terhadap pasangannya. Perlu diingat kembali, disini perempuan hanya ingin didengarkan dan dimengerti. Perempuan tidak meminta laki-laki untuk menyelesaikan masalahnya. Tetapi kebanyakan laki-laki tidak sabar mendengarkan keluhan perempuan. Mereka menganggap ketika perempuan talk about the problem, mereka menjadi tertuduh. Seolah-olah perempuan "menuduh" laki-laki sebagai "biang kerok" permasalahannya. Padahal belum tentu begitu keadaannya. Laki-laki harusnya belajar mendengar keluhan perempuan dengan sabar, tanpa merasa tertuduh.
Yah, begitulah perbedaan laki-laki dan perempuan. Walaupun berbeda tentunya kita bisa saling meng-komplimen satu sama lain. Perempuan bisa memberikan love, respect, trust, appreciation kepada laki-laki. Sebaliknya laki-laki bisa memberikan love, caring, appreciation kepada perempuan. Tapi tentunya semua harus dilatih, tidak bisa berubah dalam waktu yang relatif singkat. Pasti selalu ada friksi-friksi dalam relationship.
Mudah-mudahn dengan menyadari perbedaan dasar antara laki-laki dan perempuan, kita bisa mengerti satu sama lain. Dan mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi dan menjaga hubungan kita.
Note: Nih….contoh martian kalo’ lagi di "gua"nya. Maunya menyendiri mikirin masalahnya, ga mau diajak ngomong atau dengerin venusian-nya…:)

Nah kalo’ yang ini, Venusian bingung, "Kenapa sih ga mau ngobrol? Kan pingin curhat niy…"
After a while.., Martian found his solution, get out from the cave and ready 100% to with Venusian:)
