Akhirnya hari yang kutungu-tunggu datang juga. Terbayang wajah-wajah sister-sister tersayang di IMSIS. Terbayang riuhnya anak-anak bermain dengan teman-temannya. Terbayang suasana hotel yang penuh dengan wajah-wajah melayu…:)Sungguh.., suasana yang membahagiakan. Muktamar memang saat yang ditunggu oleh seluruh keluargaku.
Sabtu, 22 Desember 2007, kita berangkat. Akhirnya selesai juga beberesan. Malam sebelumnya ada Eid gathering di rumahku. Alhamdulillah teman-teman pada ngebatuin beresin rumah setelah acara selesai. Jadinya, aku bisa ninggalin rumah dalam keadaan bersih. MasyaAllah, temen-temenku pada baik dan pengertian banget deh. Semua diberesin, alat-alat masak dicuciin, meja di bersihin. Jadi setelah tamu pulang, aku ga harus beresin rumah lagi. Tinggal packing buat keberangkatan besok. Jazakallahu khairan.
Kita berangkat dari rumah jam 12:00. Rasanya sudah ga ada lagi yang ketinggalan. Lokasi mukatamar tahun ini ga jauh dari tempat tinggalku. Cuma sekitar 5 jam. Ga seperti tahun lalu. Kita harus travel 13 jam. Mana lagi hamil 8 bulan. Weleh…weleh….
Jam 7 malam kita sampe di hotel. Mundur 2 jam dari perkiraan karena banyak contruction di jalan. Alhamdulillah, setelah check in dan nurunin bareng, kita mulai ketemu temen-temen di ruang makan. Uni Rina terlihat sibuk. Maklum tahun ini kan Uni jadi penanggung jawab komsumsi. Kadang lewat tengah malam pun Uni masih lalu lalang di dapur dan hallway. Kebayang deh sibuknya tim komsumsi. Menyiapakan makanan untuk 600 orang, tiga kali sehari, selama 5 hari. Mudah-mudahan Allah membalas jerih payah seluruh panitia. Amien ya rabbal alamain.
Malam itu, kulihat wajah-wajah bahagia. Bertemu teman-teman dari milis IMSA/IMSIS seperti bertemu dengan sodara sendiri. Dimana-mana terlihat tawa dan senyum kebahagian. Peluk cium dan obrolan-obrolan kecil terlihat di seluruh penjuru hotel. Semua masih melepaskan rasa kangen. Yah para ibu, para bapak juga anak-anak. Jam 10-an, sepertinya hotel mulai sepi. Masing-masing masuk ke kamar. Semua letih, apalagi yang datang dari state yang jauh. Aku dibantu beberapa sister menginspeksi lokasi bazaar. Meja-mejanya belum disiapkan semua. "Besok aja ngatur mejanya pagi-pagi", pikirku.
Minggu, 23 Desember 2007. Setelah sholat subuh, aku cepat-cepat ke ruangan bazaar. Mengatur setiap booth agar para peserta/penjual bazaar tidak kebingungan mencari mejanya. Disana aku ketemu Mba’ Della. MasyaAllah, beliau professional sekali jualannya. Sampe ada leher/kepala manequin untuk menggantungkan jewelery..:). Aku juga ketemu Mba’ Mitha, ameerah muktamar tahun ini. terlihat seger pagi itu, "Dah mandi mba’?", tanyaku. "Sudah", katanya. "Pantes dah cantik dan rapi", pikirku. "Semua OK, Vi?", katanya. "InsyaAllah, mba", jawabku.
Setelah siap mengatur booth IMSIS dan buku-buku dagangan Nabila, aku kembali ke kamar. Gantian sama Mas Eko, yang harus siap-siap untuk pembukaan muktamar.
Setelah anak-anak beres dan masuk ke madrasah, aku
ke lokasi bazaar. Alhamdulillah sudah pada jualan. Cepat-cepat aku ke
booth IMSIS. Mengatur barang-barang sumbangan para sister. Awie datang
membawa kaos, magnet dan pena IMSA untuk fundraising. Prioritas kita
hari ini adalah ngabisin barang fundraising. Ya sudah, mulailah kita
"todong" yang lewat di depan booth IMSIS. "Beli kaosnya dong, Mba’…,
Mas..", begitu kira-kira todongan Mba’ Awie. "MasyaALlah, ibu ini
walopun hamil besar, semangat menggalang dana buat IMSA-nya besar
sekali. Eka, Reren, dan Mba’ Ning membantuku di booth IMSIS.
Alhamdulillah, barang sumbangan begitu banyak. Sampe bingung mau
diletakkan dimana. Tanpa bantuan mereka semua, aku pasti bingung
mengatur sumbangan barang yang begitu banyak. Mba’-mba’ ini juga
membantuku nungguin booth IMSIS jika aku berhalangan, sedang di
madrasah atau ngurusin anak. Jazakallah khair untuk semua.
Siangnya, aku ngajar di madrasah. Lumayan ada
microphone, jadi ga harus teriak-teriak sewaktu mengajar. Nabila
mendadak sakit. Kaya’nya kecape’an dan masuk angin. Sampe harus
digendong ke kamar. Untung ada Mas Joko Sumianto yang menolongku
mencari Mas Eko. Abis telponku low battere, lupa bawa charger. Jadi susah deh komunikasi.
Setelah istirahat di kamar, Nabila terlihat sehat
kembali. Malamnya, Nabila bisa ikut Eid party walopun tidak memakai
gaun yang sudah disiapkannya. Daripada masuk angin lagi, mendingan pake
sweater dan jeans. Para voulenteer bekerja keras untuk memeriahkan Eid
party anak-anak. Di bagian boys, it gets physical. Mbak Della dan putranya memimpin anak-anak untuk racing. Aku
sempat mengintip Faris dan partnernya, Husni (anak Mba’ Dewi Yulia)
berusaha memenangkan lomba. Seru juga liat anak laki-laki maen.
Di bagian perempuan, it’s all girly stuff. Ada
yang menjalain rambut, face painting, dan game menarik lainnya.
Pokoknya, keliatan deh anak-anak seneng. Walopun setelah itu pada
kecapean dan pingin langsung tidur.
Setelah anak-anak tidur, gantian mamahnya yang
kelayapan. Aku dan Mas Eko memang selalu gantian jaga anak-anak kalo’
malem ada acara. Aku jadi suka bingung, katanya di muktamar banyak
"virus", muktamar virus. Ibu-ibu banyak yang ketularan hamil kalo’
muktamar:) Not, in my case. Orang ketemunya aja jarang…Yang satu
masuk kamar, satunya keluar. Paling-paling senyum mesra kalo’ lagi
ketemu di hallway…:) Mas Eko meeting malam-malam, aku jaga anak. Atau
kebalikannya, aku ketemuan halaqah malem-malem, Mas Eko jaga anak. In
your dream, baby, I’m not the one who’s catching the
virus!!!he..he..he….
Malem itu, aku, Mira(DC), Mba’ Gina, Intan,
Mba’ Nur, ketemuan sebentar untuk membicarakan monolog Aisyah acara
Yaumunnissa. Mba’ Fera yang koordinator madrasah masih wara-wiri
membersihkan after party mess yang ditinggalkan anak-anak. Mba’ Fera
yang lincah ini, jadi jarang jualan di boothnya, karna ngurusin
madrasah..:).
Senin, Desember 24 2007. Yaumunissa, hari yang
ditunggu ibu-ibu. Bapak-bapak yang bertugas di madrasah. Kebanyakan
ibu-ibu free dari anak-anaknya hari ini. Tapi aku ga bisa. Soalnya sang
suami banyak acara…:) Maklum deh. Jadinya, Saif dan Malik tetap aku
yang pegang. Sudah pesimis aja nih, ga bisa ngikutin acara.
Alhamdulillah, Malik bobok. Saif main di hallway sama Syauki(anaknya Mb
Rini- Houston). Jadi bisa ikutan sessi photography yang diisi oleh Mba’
Dewi (DC) dan sessi parenting oleh Udztadzah Yoyoh. Salut untuk seksi
Yaumunissa yang telah mengemas acara untuk ibu-ibu sedemikian rupa.
Sukses buat Mba’ Novi dan tim Yaumunissanya. Snacknya juga enak-enak.
Sstt ada lupis dan kue lapis, khusus untuk ibu-ibu:)
Acara game Yaumunnissa adalah lomba membuat mainan
anak-anak. Meski tidak sempat ikut berpartisipasi dalam game ini , aku
lihat kreasi mainan ibu-ibu sangat menarik. Semua pingin kelompoknya
yang menang. Aku ga ngikutin kelompok mana yang menang. Harus gantiin
diaper Malik:)
Setelah game, acara berikutnya adalah peragaan
busana/fundraising. Baju-baju sumbangan para sister diperagakan oleh
adek-adek dari MISG. Alhamdulillah, jadi menarik karena pake sistem bidding.
Jadi seru deh. Aku lihat salah seorang sister sahabatku nge-bid baju
berwarna merah menyala. "Untuk dipake di sister’s party,"katanya dengan
ceria setelah memenangkan baju tersebut. Aku pun jadi ikutan tergerak
untuk ambil bagian ketika yang diauction taplak meja beserta sarung
bantal warna kuning. Aku pikir ,"cocok nih sama ruang tamuku yang
berwarna kuning menyala." Akhirnya setelah saingan sama Kak Nani Afdal,
aku yang menang auction. Alhamdulillah…:) Tiga ratus dollar terkumpul
dari hasil fundraising/auction. Lumayan….
Kemudian ada acara persembahan dari sister MISG yang
berupa kabaret. Adek-adek MISG pinter juga actingnya. Dari IMSIS
monolog Aisyah. Aku, Mira, Mba’ Gina, Intan, dan Mba’ Nur yang tampil.
waktu di depan ngadep "penonton", Mba’ Nur Barokah bilang, "tepukin
dong, demam panggung nih..". Bener juga, setelah ditepukin, rasanya
lebih relax.he..he..he…maklum dah lama ga tampil nih….
Selasa, 25 Desember 2007.
Aku dan Winny(NY) dibantu Mba’ Indri dan mb’ Minda
melatih anak-anak madrasah untuk pementasan "Tentara Bergajah dan
Burung Ababil". Rencananya, para tentara memegang pedang-pedangan. Tapi
ampun deh.., mereka jadi distracted, ga bisa konsentrasi. Yang ada maen pedang-pedangan instead of
memainkan perannya. Akhirnya kita sepakat ga usah bawa pedang, daripada
kacau….:) Setelah beberapa kali latihan, Alhamdulillah, sudah
keliatan alur ceritanya. Mau latihan lagi anak-anak sudah keburu
bosan. Yeah, It’s time for a break!!!!
Malamnya, acara yg ditungu-tunggu, Malam persembahan.
Dimulai dengan alunan lagu-lagu dari ranah minang. Musik Kalempong
(atau telempong yah?) dilantunkan oleh beberapa brother dari DC dan Kak
Nani Afdal. Duh, semua seakan terpana. Kangen akan kampung halaman. Aku
jadi inget jaman nari piring dahulu kala. Kalau ga ada yang megangin,
dah naik ke pentas deh daku. Mba’ Laili dan Mas Tommy teringat akan
resepsi perkawinannya:). Ah…,musik penuh memori.
Setelah itu, gantian anak-anak madrasah yang maju ke
atas pentas. Usia 3-6 tahun maju semua, membacakan beberapa surat
pendek. Terus giliran madrasah 7-8 thn. Alhamdulillah, semua berjalan
sesuai dengan rencana. Walopun aku harus naik ke pentas, mengingatkan
anak-anak untuk mengambil barisan di tempat yg sudah
ditentukan..:)MasyaAllah, the kids were doing a great job.
Terus, ada tari Saman dari pre-teen.
MasyaAllah, menarik sekali. Yang melatih Teh Liz yang bersuara halusss
sekali. Katanya latihannya pun cuma beberapa kali. Tapi Alhamdulillah,
boleh juga penampilan anak-anak malam itu. Kulihat senyuman bangga para
orangtua. Aku yakin, ini akan menjadi kenangan yang berarti untuk
anak-anak.
Rabu, 26 Desember 2007, hari terakhir di muktamar.
Banyak yang pulang hari ini. 5 hari rasanya kurang untuk bertemu
teman-teman tercinta. Mudah-mudahan muktamar tahun depan Allah masih
memberikan kesempatan tuk bertemu kembali. Senyum dan wajah-wajah
sholeheh sisterku terbayang kembali…, yang tinggal adalah
kenangan-kenangan manis. Semoga ukhwah tetap terjaga.