The Mind of a Stay Home Mom
Akhir-akhir ini, pe-er matematikanya Nabila banyak soal ceritanya. Kalo’ aku ga pasti sama kerjaannya Nabila, biasanya aku suka diskusi dengan suamiku. Udah sering nih, aku dan Mas Eko beda pendapat. Kita biasanya punya analisa yang berbeda. Hmmmh, seringnya aku ngalah. Kaya’nya aku ga pe-de sama analisaku sendiri dalam menyelesaikan persoalan. Maklum, aku bukan "practicing engineer" seperti Mas Eko. Mas Eko kan selalu berkecimpung dengan angka di pekerjaannya.
Ternyata, seringkali analisaku yang benar. Mas Eko yang salah. Huh…sebel deh, kenapa yah aku ga ngotot. Kerjaan Nabila jadi salah deh…..
Sebenarnya aku ga boleh hilang kepercayaan diri gini yah? Walaupun selalu di rumah, toh bukan berarti aku tidak menggunakan otakku untuk berfikir. Alhamdulillah aku suka membaca buku, artikel dan research di internet. Berorganisasi juga melatih otak untuk berfikir. Ini penting sekali loh, buat ibu rumah tangga. Kalau kita cuma mikirin dapur, anak, dan suami, yang ada wawasan kita jadi sempit dan ga nyambung dengan dunia. Keseimbangan antara akal, jasad, dan ruhani itu perlu dijaga untuk menghasilkan pribadi muslim yang takwa. Semua punya "makanan" yang harus di penuhi. Ilmu pengetahuan merupakan "makanan" dari akal. Makaya, walaupun di rumah, ibu rumah tangga harus selalu memperluas wawasannya dengan banyak membaca. Alhamdulillah, mudah-mudahan Allah terus memberikan karunianya kepada kita untuk selalu berfikir.
Aku bilang sama Mas Eko, "Ihh, ga percaya sih sama analisa istrinya, mentang-mentang dah lama jadi ibu rumah tangga." Lain kali aku ga usah deh nanya-nanya Mas Eko, InsyaAllah bisa diselesaikan sendiri…..:)